Blusukan Pasar Soponyono, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Beras Terjangkau Masyarakat
![]() |
Gubernur Jawa Timur meninjau Pasar Tradisional Soponyono Surabaya untuk memastikan harga beras terjangkau masyarakat. Khofifah juga bagi-bagi beraas untuk masyarakat |
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah berdialog dengan
sejumlah pedagang pasar, menanyakan apakah ada kesulitan pasokan beras medium.
Ia menanyakan ada yang menjadi kendala, dan memastikan agar kendala tersebut
segera diatasi sehingg stok beras medium
SPHP terus tersedia bagi masyarakat.
Tak hanya itu, didampingi Kepala Disperindag Jatim Iwan,
Gubernur Khofifah juga membagikan beras SPHP kemasan 5 kg kepada para pembeli
di pasar. Pembagian beras ini sontak disambut dengan sangat antusias oleh
masyarakat.
"Beras menjadi konsumsi tertinggi di masing-masing
keluarga, maka saya ingin cek supaya distribusi SPHP itu bisa terjangkau oleh
masyarakat. Alhamdulillah, SPHP di Pasar Soponyono Surabaya ini relatif stabil, tidak di atas HET," kata
Khofifah.
Dalam pantauan di Pasar Soponyono, harga beras premium
tercatat Rp15.000 per kilogram, sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)
Rp14.900 per kilogram.
Kebutuhan beras SPHP sendiri kata Khofifah, sangat tinggi di
masyarakat. Oleh karenanya ia meminta agar supply beras SPHP dapat ditambah
sehingga memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Saya tanya ke toko tadi, masyarakat lebih banyak beli
beras medium atau premium. Mereka sampaikan lebih banyak beras medium. Berarti
SPHP kebutuhannya sangat tinggi," katanya.
"Yang seperti ini tentu kita berharap Bulog bersama
Bapanas (Badan Pangan Nasional) bisa mendistribusikan dengan lebih lancar lagi,
lebih merata lagi dan lebih menjangkau lagi," tambahnya.
Selain beras, Khofifah juga mengecek harga sejumlah
komoditas pangan lain yang kerap menjadi penyumbang inflasi. Berdasarkan data
per 24 Agustus 2025, gula pasir dijual Rp17.000/kg (HET Rp17.500), minyak
goreng curah Rp19.000/kg, dan minyak goreng kemasan Minyakita Rp17.000/kg (HET
Rp15.700).
Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga tepung terigu berada di
Rp12.500/kg. Sementara itu, komoditas hortikultura juga menunjukkan tren
positif. Cabe merah besar tercatat Rp27.000/kg, dan cabe rawit merah
Rp22.000/kg, jauh lebih rendah dibanding HET Rp40.000–Rp57.000/kg.
Harga bawang merah terpantau Rp40.000/kg, masih dalam
rentang HET Rp36.500–Rp41.500/kg. Sedangkan bawang putih dijual Rp34.000/kg.
Kondisi ini menunjukkan pasokan pangan di Pasar Soponyono berjalan lancar dan
tidak mengalami gangguan distribusi.
Meski sebagian besar harga berada di bawah HET, Gubernur
perempuan pertama di Jatim ini mencatat adanya komoditas yang masih di atas
ketentuan.
"Kami mencatat ada beberapa komoditas yang harganya
masih sedikit di atas HET, seperti beras premium dan minyak goreng Minyakita.
Hal ini akan menjadi perhatian bersama agar distribusi lebih lancar, sehingga
harga bisa segera turun mendekati HET," katanya.
Dikatakan Khofifah, pengendalian harga tidak bisa dilakukan
satu pihak saja, melainkan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
"Sinergi pemerintah pusat, Pemprov Jatim, Bulog, dan
pedagang sangat penting agar suplai pangan tetap lancar. Dengan begitu, harga
bisa terkendali dan masyarakat tidak terbebani,” katanya.
"Kepala pasar juga punya peran penting untuk membantu
akses, sehingga ketersediaannya lebih bisa menjangkau," tambahnya.
Menurut Khofifah, pemprov Jatim melalui Tim Pengendalian
Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan intervensi harga melalui operasi pasar,
pasar murah, maupun bazar sembako. Langkah ini diharapkan dapat menahan gejolak
harga sekaligus menekan angka inflasi di bumi Majapahit.
“Pemerintah akan terus hadir untuk menjaga stabilitas
pangan. Kita ingin memastikan masyarakat Jawa Timur, benar-benar merasakan
manfaat program stabilisasi ini. Inflasi harus kita jaga agar tetap
terkendali,” pungkasnya. (wis)
Posting Komentar untuk "Blusukan Pasar Soponyono, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Beras Terjangkau Masyarakat "